Humas Protokol
Home » Berita

Berita

Wakil Bupati Buka Festival Kuliner Pidie

MASYARAKAT Kabupaten Pidie memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mempertahankan asset budaya dan kuliner Pidie.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST dalam sambutannya saat membuka secara resmi pergelaran Festival Kuliner Pidie yang diadakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pidie. Kegiatan yang diikuti oleh 23 Kecamatan dalam Kabupaten Pidie tersebut berlangsung di Gedung Meusapat Ureueng Pidie. Selasa 3 April 2018.

“Festival ini merupakan salah satu upaya nyata dalam melestarikan dan mengembangkan aset yang jelas nyata ada, namun perlu keterampilan untuk merubahnya, ataupun aset yang tidak berwujud yang belum dilihat namun diyakini adanya, seperti potensi dan budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Pidie,” ungkap Wakil Bupati Pidie.

Dilanjutkan, dengan festival tersebut juga memberikan kesempatan kepada kita untuk kembali bernostalgia dan mendekatkan generasi muda terhadap setiap menu makanan khas Kabupaten Pidie.

“Generasi muda saat ini sudah jarang yang tau, bahkan sudah lupa terhadap menu makanan khas kabupaten yang kita cintai ini. Nah, melalui momen inilah mereka dapat mengetahuinya kembali,” jelasnya.

Ia melanjutkan, ajang festival tersebut diharapkan dapat memperoleh daya tarik pariwisata yang begitu menjanjikan di Kabupaten Pidie.

“Kita berharap dengan kegiatan ini menjadi promosi bagi kepariwisataan di Kabupaten Pidie. Dengan begitu, kami juga berharap dapat menyemangatkan masyarakat khususnya kawula muda untuk berkiprah lebih serius di usaha kuliner yang sangat menjanjikan,” tutup Wakil Bupati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Afrida Pelitasari, Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT. Plt. Ketua TP-PKK Pidie, Wikan Wisti Hartati, SH. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Pidie, Jufrizal, S.Sos., M.Si. serta tamu undangan lainnya.[](HP)

Serahkan Pagu Indikatif Dana Desa Tahun 2018, Abusyik Titip Pesan Ke Keuchik

PEMERINTAH Kabupaten Pidie secara resmi membuka acara sosialisasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa beserta aturan turunannya, pada kesempatan tersebut Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) juga menyerahkan pagu indikatif dana desa (Gampong) kepada 730 gampong yang ada di 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Alun-Alun Kota Sigli. Senin 26 Maret 2018.

Dalam sambutannya Bupati Pidie mengatakan, pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) secara efektif telah memasuki tahun ke empat. Dimana berdasarkan Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, setiap gampong diberikan kewenangan dan juga keuangan untuk mengatur dan mengurus gampongnya menuju gampong yang maju, mandiri dan sejahtera.

“Dengan sumber pandapatan yang luas, mulai dari Pendapatan Asli Gampong (PAG), dana transfer, bantuan keuangan pemerintah dan sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat, pemerintah gampong dapat menggunakan sumber-sumber keuangan tersebut untuk menjawab berbagai persoalan dan permasalahan di tingkat gampong,” ungkap Bupati.

Adapun total alokasi anggaran Dana Desa Tahun 2018 untuk Kabupaten Pidie tahun 2018 sebesar Rp. 582.667.212.846. Total dana tersebut yang mencapai seperempat APBK Kabupaten Pidie.

“Tahun ini Gampong Mane yang tertinggi mendapatakan alokasinya, yaitu sebanyak 2 Milyar lebih dan yang terendah adalah Gampong Raya Krueng Seumideun yaitu sekitar 740 juta lebih. Rata-rata dana setiap gampong pada tahun ini sekitar Rp. 798.174.264,” rincinya.

Bupati Pidie mengingatkan, memasuki tahun keempat ini, pelaksanaan APBG harus semakin baik dan lebih baik dalam pemanfaatannya.

“APBG harus mampu menjawab berbagai persoalan tingkat gampong sesuai dengan kewenangan gampong. Benahi gampong dengan membangun fisik dan sarana prasarana yang dibutuhkan, bangun rumah-rumah sehat sederhana dan rumah dhuafa, tata kembali lingkungannya, berdayakan sumber daya masyarakat dengan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan. Ini yang lebih di prioritaskan,” tegasnya.

Ia menambahkan, para aparatur Gampong untuk dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan dana gampong. RPJM Gampong harus diselaraskan dengan RPJM Kabupaten. Sehingga seluruh elemen dapat membangun Pidie Meusigrak.

“Libatkan para pihak di gampong, para tokoh, pemuda, perempuan, masyarakat miskin dan lainnya. Rangkul mereka untuk merumuskan APBG. Gali semua potensi di gampong untuk menjawab segala persoalan yang ada di gampong masing-masing. Qanunkan APBG sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, jika aturan diikuti maka tujuan akan tercapai, sehingga akan tercapai kesejahteraan masyarakat yang dicita-citakan,” tutup Abusyik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Pidie, para Staf Ahli Bupati Pidie, para Camat dalam Kabupaten Pidie, para Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD) Kabupaten Pidie, para Imum Mukim, para Keuchik dan Ketua Tuha Peut seluruh Gampong dalam Kabupaten Pidie.[](HP)

Hadiri Pengukuhan DPD IKAN, Ini Pesan Wakil Bupati Pidie

NARKOBA telah menjadi permasalahan yang sangat meresahkan, dampaknya sudah merambah hampir seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum remaja.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST dalam sambutannya pada pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Keluarga Anti Narkoba (DPD IKAN) Kabupaten Pidie di Aula Dinas Pembedayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB) setempat. Kamis 22 Maret 2018.

“Setiap hari kita mendengar adanya peredaran dan korban penyalahgunaan narkotika, baik yang terjadi di Pidie maupun di daerah lain, ini menjadi permasalahan serius yang harus kita tangani sesegera mungkin,” ujar Wakil Bupati.

Ia mengatakan, dengan terbentuknya IKAN di Pidie dapat membantu pemerintah dalam menangani penyalahgunaan narkotika yang belakangan ini sudah menggerogoti kenyamanan masyarakat.

“Kami mengharapkan semoga dengan lahirnya IKAN ini dapat membantu upaya yang sedang gencarnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Pidie beserta jajaran terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” pintanya.

Dilanjutkan, keterlibat masyarakat serta seluruh komponen yang ada di Kabupaten Pidie sangat dibutuhkan dalam memberantas narkoba demi menyelamatkan para generasi penerus dari bahanya peredaran narkoba.

“Besar harapan kami kepada masyarakat, militer, kepolisian, ulama serta tokoh adat dan budaya untuk terlibat aktif dalam memberantas narkoba. Kita butuh langkah yang Meusigrak terhadap narkoba yang sangat meresahkan ini,” pesannya.

Diakhir sambutannya, Wakil Bupati sangat mengapresiasi atas terbentuknya DPD IKAN Kabupaten Pidie, ia juga berharap semoga IKAN dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam pencegahan peredaran narkoba di Kabupaten Pidie.

“IKAN harus mampu mengurangi persentase penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pidie, berbagai gebrakan terhadap pencegahan dan pemberantasan narkoba harus dilakukan sampai ke gampong-gampong. Bimbinglah masyarakat agar terhindari dari penyalahgunann narkoba,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek Kota Sigli AKP Hefi Bachri mewakil Kapolres Pidie, Anggota DPRA Kartini Ibrahim, Ketua PKK Pidie Ibu Wikan Wisti Hartati, SH. Serta para siswa/siswi dalam Kabupaten Pidie.[](HP)

Bupati Pidie Serahkan Uang Ganti Rugi Lahan Pembangunan Waduk Rukoh

BUPATI Pidie menghadiri acara penyerahan pembayaran uang ganti rugi (UGR) atas hak kepemilikan tanah masyarakat Gampong U Gadeng yang lahannya masuk dalam areal pembangungan Waduk Rukoh yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Pidie (BPN). Pelunasan sebesar Rp. 3.4 milyar tersebut diserahkan Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) secara simbolis kepada 60 orang pemilik tanah dengan lahan seluas 43 hektar di Aula Kantor Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie. Kamis 22 Maret 2018.

Pada kesempatan tersebut Bupati Pidie yang kerap disapa Abusyik mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas dukungannya terhadap keberlangsungan pembangunan Waduk Rukoh.

“Hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu masyarakat U Gadeng, karna hari ini merupakan hari penyerahan UGR yang menjadi hak pemilik lahan yang terkena pembangunan waduk. Saya selaku Pemerintah Kabupaten Pidie mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terkait yang telah bekerjasama dalam merealisasikan berbagai tahapan pembangunan Waduk Rukoh. Semoga pembangunannya cepat selesai agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya sesegera mungkin,” imbuh Abusyik.

Perwakilan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kiki NS mengatakan, pembangunan Waduk Rukoh merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi perhatian khusus dari Persiden RI Joko Widodo.

“Pembangunan Waduk Rukoh adalah salah satu proyek strategis nasional, Bapak Presiden sangat konsen dengan realisasi pembangunannya. Beliau selalu meminta laporan mengenai pembangunan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera juga menjelaskan, berdasarkan penelitian curah hujan di Pidie sangat sedikit, sehingga perlu dibangun waduk supaya dapat menampung dan menyimpan air.

“Pembangungan Waduk Rukoh merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan Waduk Tiro. Waduk Rukoh adalah keping dari Waduk Tiro, keduanya harus dibangun dikarenakan bendungan yang besar ada di Rukoh, sedangkan debit air paling besar ada di Tiro,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Wakapolres Pidie, Tirta Nur Alam, SE. Kepala Bappeda Kabupaten Pidie, Muhammad Adam, ST., MM. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupate Pidie, Fauzi. Asisten Pemerintahan Setdakab Pidie, Drs. H. Yusri. Camat Keumala, Basri Yusuf, SH. Serta tokoh masyarakat setempat.[](HP)

Bupati Pidie Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Di Kejari Pidie

BUPATI Pidie Roni Ahmad (Abusyik) menghadiri pemusnahan sejumlah barang bukti senjata api dan narkotika yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie di lapangan upacara kantor setempat. Selasa 20 Maret 2018.

Diketahui, barang bukti yang dimusnahkan setelah berkekuatan hukum tetap berupa dua pucuk senjata api (Senpi) laras panjang jenis AK 56 dan AK 102 beserta megazen dan ratusan butir peluru. Selain senpi, pihak Kejari Pidie juga memusnahkan barang bukti jenis ganja seberat 3,97 kilogram dan seberat 169,32 gram jenis sabu.

Kepala Kejari Pidie Efendi, SH., MH mengatakan, dua pucuk senpi yang dimusnahkan merupakan barang bukti kejahatan kriminal pada Pilkada 2017 lalu.

“Pemusnahan barang bukti tersebut kami lakukan setelah mendapatkan putusan incrach dari pengadilan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Dandim 0102/Pidie Letkol Arh Donny Indiawan, SIP. Kapolsek Pidie Iptu Chairil Ansar, S.Sos mewakili Kapolres Pidie, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pidie Safrizal, S.STP., Mec.Dev serta jajaran pemerintahan lainnya.[](HP)

Bupati Pidie Buka Musrenbang RKPD 2018

BUPATI Pidie Roni Ahmad (Abusyik) membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Pidie Tahun 2019 di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie. Senin 19 Maret 2018.

Bupati Pidie dalam sambutannya mengatakan, Visi Pemerintah Kabupaten Pidie sebagaimana yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pidie Tahun 2017-2022 adalah Terwujudnya Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Pidie Yang Mulia, Berkualitas, Sejahtera, Dan Memiliki Masa Depan. Dalam rangka pencapaian visi tersebut, harus tetap mengedepankan upaya-upaya bagaimana kita akan melaksanakan delapan Misi Pembangunan Kabupaten Pidie yang terangkum dalam dimensi Glee, Blang dan Laot.

“Ada berbagai sumberdaya yang berasal dari Glee, Blang dan Laot yang perlu pengelolaan yang lebih produktif, kreatif dan lestari serta memberi nilai tambah ekonomi. Dalam pembangunan Kabupaten Pidie, tujuannya jelas tak hanya satu, banyak sasaran yang ingin dicapai oleh pemerintah dan harus fokus dalam melaksanakannya,” ungkap Bupati.

Dijelaskan, Musrenbang merupakan momen yang sangat penting dan strategis dalam upaya menyusun prioritas pembangunan tahun 2019, selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD serta menjadi acuan dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang kemudian menjadi dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Pidie Tahun Anggaran 2019.

“Dalam penyusunan RKPD Kabupaten Pidie tahun 2019 harus diupayakan agar seluruh arah kebijakan dan sasaran pokok pembangunan tahunan yang telah menjadi komitmen bersama dapat dikendalikan dan dievaluasi serta direalisasikan secara konkrit. Perencanaan pembangungan yang baik harus menjadi petunjuk arah tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan target yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Ia mengingatkan kepada para Kepala SKPK, bahwa APBD Kabupaten Pidie bukanlah satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan di Pidie.

“Saya memerintahkan kepada Kepala SKPK untuk aktif mencari informasi dan berusaha secara sungguh-sungguh ke Pemerintah Pusat dan provinsi, berbekal program yang akuntabel agar anggaran dari APBN dan APBA dapat teralokasi lebih besar ke Kabupaten Pidie pada tahun 2019,” tutupnya.

Musrenbang RKPD 2018 tersebut dihadiri perwakilan Bappeda Aceh, unsur Forkopimda Pidie, para Asisten Sekdakab Pidie, para Staf Ahli Bupati, Pimpinan Intansi Vertikal, para Kepala SKPK, para Kabag, Camat, LSM dan tokoh Masyarakat dalam Kabupaten Pidie.[](HP)

Wabup Pidie Lepas 530 Mahasiswa KKN Unigha

WAKIL Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST melepas 530 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli yang akan ditempatkan selama satu bulan di 28 Gampong dalam Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman tengah kantor Bupati Pidie, Senin 19 Maret 2018.

Wakil Bupati Pidie mengatakan, kegiatan KKN yang akan dilakukan mahasiswa bertujuan untuk meninjau sekaligus berperan aktif dalam segala aspek pembangunan yang ada di Kabupaten Pidie.

“Sangat diharapkan melalui kegiatan ini, adik-adik mahasiswa Unigha dapat membantu program-program Pemerintah Kabupaten Pidie dalam mendorong kehidupan masyarakat yang mandiri,” katanya.

Ia mengharapkan kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN untuk dapat menjaga sikap dan tingkah laku selama menjalankan berbagai aktifitas nantinya.

“Kepada adik-adik mahasiswa, besar harapan kami untuk dapat menjaga sikap serta tingkah laku nantinya. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi bangsa yang menghargai orang lain, menghargai adat dan budaya. Jadilah mahasiswa yang dapat menjadi teladan bagi setiap masyarakat,” pintanya.

Rektor Unigha Drs. Sulaiman Usman, M. Pd menambahkan, kahadiran mahasiswa dalam rangka melakukan KKN sangat bermanfaat untuk mengabdi kepada masyarakat, mahasiswa harus cerdas dalam bergaul dengan masyarakat serta mengharapkan kepada para mahasiswa agar tetap menjaga almamater kampus, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat melakukan tugas KKN.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana (Bapel) KKN Unigha Dr. Safwan Gade, M. Ag mengatakan, mahasiswa peserta KKN Semester Genap 2017/2018 ini dengan jumlah total sebanyak 530 orang, mereka terdiri dari enam fakultas, diantaranya Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi serta Fakultas Pertanian.[](HP)

Wabup Pidie Buka Kejuaraan Voli Pro Regional Pemuda Pancasila

WAKIL Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST secara resmi membuka Kejuaraan Voli Pro Regional Pemuda Pancasila Kabupaten Pidie Tahun 2018 di Gedung Olah Raga (GOR) Alun-Alun Kota Sigli. Jum’at 16 Maret 2018 malam.

Wakil Bupati Pidie dalam sambutannya berharap agar turnamen tersebut menjadi ajang olahraga pembinaan untuk memacu pertumbuhan atlit-atlit voli di Kabupaten Pidie.

“Setiap atlit harus tetap mengedepankan nilai-nilai sportivitas dan semangat fair play dalam pertandingan yang akan diikuti. Karena kita memahami bersama, nilai tersebut menjadi nilai inti dalam setiap cabang olahraga,” anjurnya.

Ia melanjutkan, dengan terselenggaranya kejuaraan tersebut hendaknya tidak hanya sebatas ajang hiburan, akan tetapi dapat menjadi sarana menyalurkan bakat para atlit.

“Jangan jadikan kejuaraan ini hanya sebatas hiburan, akan tetapi tunjukkan bakat saudara-saudara selaku atlit Pidie yang memiliki talenta. Disamping itu, jadikan ajang ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturrahmi,” tegas Wakil Bupati.

Diakhir sambutannya, Wakil Bupati Pidie mengucapkan terimakasih kepada panitia penyelenggara serta berpesan untuk dapat menjaga keamanan dan kenyamaan selama kegiatan tersebut berlangsung.

“Pemerintah Kabupaten Pidie sangat mendukung kegiatan ini, jadi kami harap kepada panitia untuk menguatkan tekad agar kejuaraan ini berjalan dengan sukses,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, kejuaraan tersebut diikuti oleh 14 tim, yaitu Taruna Busu, ACDC Bambi, LVC City Bluek, Mila VC, Metro Tijue, Guntomara Tijue, Siwah Blang Paseh, Buga VC, Tanjoeng Putra, Putra Gardos, Domestro Tijue, Olympic Ulim, Burak VC dan Start VC Lameue.[](HP)

Bupati dan Wakil Bupati Pidie Hadiri Musrenbang Kecamatan

Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Murenbang) Kecamatan Padang Tiji, sedangkan Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST juga menghadirinya di Kecamatan Muara Tiga. Selasa 13 Maret 2018.

Bupati Pidie dalam sambutannya mengatakan bahwa musrenbang merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

“Musrenbang yang dilaksanakan hari ini, merupakan bagian penting dari mekanisme perencanaan pembangunan yang partisipatif yang melibatkan berbagai komponen masyarakat serta pemerintah guna menampung aspirasi dan kebutuhan masyarakat sesuai situasi, kondisi dan perkembangan terkini,” jelas Bupati.

Ia menambahkan, Visi Pemerintah Kabupaten Pidie sebagaimana yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pidie Tahun 2017-2022 adalah Terwujudnya Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Pidie Yang Mulia, Berkualitas, Sejahtera, Dan Memiliki Masa Depan.

“Dalam rangka pencapaian Visi tersebut telah ditentukan 8 Misi Pembangunan Kabupaten Pidie yang dalam pelaksanaannya akan didukung dengan berbagai strategi dan arah kebijakan. Salah satu kebijakan yang akan dilakukan pada Tahun 2019 adalah Kebijakan Peningkatan Penataan Ruang dan Pengembangan Kawasan secara Terpadu dan Berkelanjutan,” ungkapnya.

Dilanjutkan, Pengembangan wilayah secara terpadu pada Kecamatan akan dilaksanakan melalui berbagai program yang merupakan upaya pembangunan wilayah yang bersifat lintas sektoral dan sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta penanggulangan kemiskinan.

“Pendekatan yang akan dilakukan bersifat komprehensif dan mengacu pada keterpaduan antar sektor serta disesuaikan menurut permasalahan yang dihadapi dan sepenuhnya melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait dan juga masyarakat,” cetusnya.

Mengakhiri sambutannya Bupati Pidie berpesan kepada SKPK untuk melakukan pengintegrasian dan sinkronisasi kegiatan yang ada di unit kerjanya dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dana yang dialokasikan, pemanfataannya lebih maksimal untuk kepentingan masyarakat nantinya.

Diinformasikan, pada tanggal 14 Maret 2018, Pemerintah Kabupaten Pidie akan melaksanakan Pra Musrenbang RKPD Kabupaten Pidie Tahun 2019 serta Musrenbang Kabupaten Pidie Tahun 2019 pada tanggal 19 Maret 2018.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bappeda Kabupaten Pidie Muhammad Adam, ST., MM. para Kepala SKPK dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Pidie Safrizal, S.STP., Mec.Dev. para Keuchik dan tokoh masyarakat dalam Kecamatan tersebut.[](HP)

Bupati Pidie Panen Padi Musim Rendengan Di Simpang Tiga

BUPATI Pidie Roni Ahmad (Abusyik) menjajal mesin pemotong padi pada panen musim tanam rendengan di persawahan wilayah Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Rabu 07 Maret 2018.

Bukan hanya sekedar coba-coba. Bupati Pidie terlihat sangat lihai mengoperasikannya. Disaksikan oleh seratusan masyarakat, Bupati Pidie tak canggung mengemudikan mesin pemanen tersebut.

Para masyarakat yang berhadir mengatakan terpana dengan sikap spontan dan kemampuan Bupati dalam mengoperasikan mesin pemotong padi.

“Baru kali ini kami melihat secara langsung ada seorang Bupati yang mampu mengoperasikan mesin pemotong padi, dulunya kami hanya mendengar dari pembicaraan orang-orang,” ujar mereka.

Tidak hanya sendiri, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Ir. Ainal Mardhiah dan para Muspika Simpang Tiga juga ikut bersama Bupati Pidie saat memanen padi tersebut.[](HP)