Humas Protokol
Home » Berita » Bupati Pidie Serahkan Uang Ganti Rugi Lahan Pembangunan Waduk Rukoh
Bupati Pidie Serahkan Uang Ganti Rugi Lahan Pembangunan Waduk Rukoh
Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) Merahkan Uang Ganti Rugi Lahan Pembangunan Waduk Rukoh Kepada Masyarakat Di Aula Kantor Kecamatan Keumala. Kamis 22 Maret 2018.

Bupati Pidie Serahkan Uang Ganti Rugi Lahan Pembangunan Waduk Rukoh

BUPATI Pidie menghadiri acara penyerahan pembayaran uang ganti rugi (UGR) atas hak kepemilikan tanah masyarakat Gampong U Gadeng yang lahannya masuk dalam areal pembangungan Waduk Rukoh yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Pidie (BPN). Pelunasan sebesar Rp. 3.4 milyar tersebut diserahkan Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) secara simbolis kepada 60 orang pemilik tanah dengan lahan seluas 43 hektar di Aula Kantor Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie. Kamis 22 Maret 2018.

Pada kesempatan tersebut Bupati Pidie yang kerap disapa Abusyik mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas dukungannya terhadap keberlangsungan pembangunan Waduk Rukoh.

“Hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu masyarakat U Gadeng, karna hari ini merupakan hari penyerahan UGR yang menjadi hak pemilik lahan yang terkena pembangunan waduk. Saya selaku Pemerintah Kabupaten Pidie mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terkait yang telah bekerjasama dalam merealisasikan berbagai tahapan pembangunan Waduk Rukoh. Semoga pembangunannya cepat selesai agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya sesegera mungkin,” imbuh Abusyik.

Perwakilan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kiki NS mengatakan, pembangunan Waduk Rukoh merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi perhatian khusus dari Persiden RI Joko Widodo.

“Pembangunan Waduk Rukoh adalah salah satu proyek strategis nasional, Bapak Presiden sangat konsen dengan realisasi pembangunannya. Beliau selalu meminta laporan mengenai pembangunan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera juga menjelaskan, berdasarkan penelitian curah hujan di Pidie sangat sedikit, sehingga perlu dibangun waduk supaya dapat menampung dan menyimpan air.

“Pembangungan Waduk Rukoh merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan Waduk Tiro. Waduk Rukoh adalah keping dari Waduk Tiro, keduanya harus dibangun dikarenakan bendungan yang besar ada di Rukoh, sedangkan debit air paling besar ada di Tiro,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Wakapolres Pidie, Tirta Nur Alam, SE. Kepala Bappeda Kabupaten Pidie, Muhammad Adam, ST., MM. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupate Pidie, Fauzi. Asisten Pemerintahan Setdakab Pidie, Drs. H. Yusri. Camat Keumala, Basri Yusuf, SH. Serta tokoh masyarakat setempat.[](HP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*